"Mustahil Menghentikan Lionel Messi!" Pelatih Spanyol Tak Mau Hadapi Argentina di Final, Xhaka Ikut Angkat Bicara

Lionel Messi kembali tampil luar biasa di Piala Dunia 2026. Pelatih Spanyol Luis de la Fuente dan Granit Xhaka kompak mengakui hampir mustahil menghentikan kapten Argentina tersebut.Gamabr ilustrasi dibuat oleh tim ZSM menggunakan AI

ZonaSportMedia | Amerika Serikat - Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian di Piala Dunia 2026. Di usia 39 tahun, kapten Timnas Argentina itu masih menunjukkan kualitas luar biasa yang membuat lawan maupun pelatih rival memberikan penghormatan setinggi-tingginya.

Penampilan gemilang La Pulga tidak hanya membawa Argentina melaju ke babak semifinal, tetapi juga membuat sang juara bertahan tetap dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mempertahankan gelar.

Bahkan, sejumlah tokoh sepak bola dunia mengakui bahwa menghentikan Lionel Messi saat ini hampir mustahil dilakukan.

Messi Masih Jadi Pemain Paling Berbahaya

Performa Lionel Messi di Piala Dunia 2026 dibuktikan bukan hanya lewat gol dan assist, tetapi juga melalui statistik yang masih sulit disaingi pemain lain.

Berdasarkan data Opta, Messi menjadi satu-satunya pemain sejak Piala Dunia 1966 yang mampu mencatatkan kombinasi lebih dari 10 dribel sukses, umpan kunci, umpan terobosan, serta memenangkan banyak duel dalam satu turnamen.

Tak hanya itu, Opta juga menempatkan Messi sebagai pemain dengan kontribusi serangan paling berbahaya di Piala Dunia 2026.

Kapten Argentina tersebut rata-rata mencatat lebih dari enam tembakan dan tiga peluang tercipta setiap 90 menit. Catatan itu membuatnya berada di atas nama-nama besar seperti Kylian Mbappe, Lamine Yamal, hingga Ousmane Dembele.

Statistik tersebut semakin menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang bagi Messi untuk terus tampil di level tertinggi.

Pelatih Spanyol: Messi Seperti Berusia 19 Tahun

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menjadi salah satu sosok yang paling terbuka mengagumi permainan Messi. Meski Spanyol berpeluang bertemu Argentina di partai final, De la Fuente mengaku sangat menghormati kualitas sang megabintang.

Menurutnya, Messi justru tampil seperti saat masih berada di awal karier profesionalnya.

"Messi adalah salah satu pemain yang seharusnya tidak pernah pensiun. Dia bermain seperti berusia 19 atau 23 tahun. Dia berada di level yang sangat berbeda dan tidak pernah merasa puas," ujar Luis de la Fuente.

Pernyataan tersebut semakin menunjukkan betapa besarnya pengaruh Messi di mata para pelatih elite dunia.

Granit Xhaka: Mustahil Menghentikan Messi

Rasa hormat serupa juga datang dari kapten Timnas Swiss, Granit Xhaka. Jelang menghadapi Argentina, Xhaka mengakui bahwa tidak ada pemain yang benar-benar mampu membungkam Lionel Messi sepanjang pertandingan.

Menurut mantan gelandang Arsenal tersebut, menghadapi Messi merupakan tantangan yang sangat berat bagi siapa pun.

"Mustahil menghentikan Messi selama 90 menit. Bermain melawannya selalu menjadi tantangan yang luar biasa."

Tak hanya itu, Xhaka juga mengaku bersyukur masih diberi kesempatan bermain melawan salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah.

Rekan setimnya, Zeki Amdouni, bahkan sempat mengunggah candaan di media sosial dengan menuliskan bahwa dirinya bisa "pensiun dengan tenang" setelah menghadapi Lionel Messi di Piala Dunia.

Mohamed Salah dan Collina Turut Membela Messi

Penghormatan kepada Messi juga datang dari bintang Mesir, Mohamed SalahSaat ditanya mengenai pemain yang ingin kembali dihadapinya sebelum mengakhiri karier, Salah tanpa ragu memilih Lionel Messi.

Sikap elegan Salah sekaligus menunjukkan rasa hormatnya kepada sang kapten Argentina meski di tengah berbagai perdebatan mengenai perjalanan La Albiceleste di turnamen ini.

Sementara itu, mantan wasit legendaris FIFA, Pierluigi Collina, turut menepis berbagai tudingan yang menyebut Argentina mendapat perlakuan istimewa dari wasit.

Menurut Collina, diskusi mengenai keputusan wasit merupakan hal yang wajar dalam sepak bola, tetapi tuduhan tanpa bukti tidak boleh merusak integritas kompetisi.

Messi Mengubah Mentalitas Argentina

Selain kontribusi di lapangan, Messi juga dinilai menjadi sumber inspirasi bagi seluruh pemain Argentina. Banyak pengamat melihat para pemain La Albiceleste tampil lebih percaya diri ketika bermain bersama sang kapten.

Bek Facundo Medina, gelandang Leandro Paredes, Alexis Mac Allister, hingga kiper Emiliano Martinez dinilai mampu mengeluarkan performa terbaiknya berkat kepemimpinan Messi.

Hal itu diperkuat oleh pengakuan Nico Gonzalez yang mengungkapkan besarnya rasa hormat kepada sang kapten.

"Saya sudah mengatakan kepada Messi bahwa saya siap memberikan hidup dan nyawa saya untuknya."

Pernyataan tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh Messi di ruang ganti Argentina.

Argentina Masih Jadi Tim yang Paling Ditakuti

Meski superkomputer Opta menempatkan Prancis sebagai favorit juara, disusul Spanyol dan Argentina, banyak pemain tetap menganggap La Albiceleste sebagai lawan yang paling berbahaya.

Kylian Mbappe mengakui bahwa Messi selalu memiliki kemampuan mencetak gol pada momen-momen penting. Sementara itu, Lamine Yamal menyebut Argentina sebagai tim dengan mental juara yang luar biasa serta masih memiliki pemain terbaik dunia sebagai pusat permainan.

Kiper Maroko, Yassine Bounou, juga memberikan pujian atas kepemimpinan Messi yang mampu membangkitkan semangat tim setelah mengalami berbagai tekanan di pertandingan. Di sisi lain, pelatih Swiss Murat Yakin mengaku menghormati kualitas Argentina, namun tetap optimistis anak asuhnya mampu memberikan perlawanan sengit.

Messi Masih Menjadi Alasan Argentina Ditakuti

Hingga babak semifinal Piala Dunia 2026, Lionel Messi tetap menjadi sosok yang paling disegani.

Kemampuannya mengendalikan permainan, menciptakan peluang, mencetak gol, hingga memimpin rekan-rekannya membuat Argentina terus dipandang sebagai ancaman terbesar dalam perebutan gelar juara.

Selama Lionel Messi masih berada di lapangan, Argentina diyakini akan selalu memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan, tak peduli siapa pun lawan yang menghadang.

Sumber Informasi: Diolah dari pembahasan Channel YouTube Puncak Klasemen 

Posting Komentar untuk ""Mustahil Menghentikan Lionel Messi!" Pelatih Spanyol Tak Mau Hadapi Argentina di Final, Xhaka Ikut Angkat Bicara"